Arsip Blog

Kwarnas Terima Audiensi Sako Pramuka SIT



Kak Adhyaksa Dault, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka terima audiensi dari Satuan Komunitas Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) pada hari jumat (5/9) pada pukul 15.15 WIB di Ruang Kwarnas, Gedung Kwarnas, Jalan Medan Merdeka Timur No.6 Jakarta.

Kak Kak DR. Sukro Muhab selaku Ketua Mabinas Satuan Komunitas Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SAKO PRAMUKA SIT) sekaligus Ketua Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) – Indonesia menyampaikan laporan sekaligus silaturahim bahwa Sako Pramuka SIT sudah banyak melakukan kegiatan Pramuka sejak bergabung dengan Pramuka tahun 2008.

“Kita sudah melaksanakan berbagai aktivitas kalau lihat sejarahnya dulu 2008 baru bergabung dengan pramuka semula namanya pandu sekolah islam terpadu. Atas saran DR. Hidayat Nurwahid kemudian juga Kak Parni hadi akhirnya berubah menjadi pramuka SIT sejak tahun 2008 dan diterima oleh kak Azrul pada perkemahan nasional pertama yang kami laksanakan di Cibubur dan waktu itu diikuti sebanyak 5400 peserta” Imbuh Kak Sukro
Sejak 2008, kita sdh melaksnakan aktivitas yang banyak dan jumlah gudep yang ada sekarang ini yaitu 1772. SMP ada 206, SMA ada 58, SD ada 622 sekolah jdi jumlah sudah 1772 gudep dengan pembina mahir dasar baik pelatihan langsung yang diselenggarakan Sako Pramuka SIT maupun yang diikutkan di Kwarcab-kwarcab itu sudah ada 772 pembina mahir dasar, 163 orang mahir lanjutan, 15 orang ikut pelatih yang tersebar di beberapa tempat.

“Kemudian dalam waktu dekat bulan Nopember 2014 kita akan mengadakan Kembara untuk Pramuka penegak dan rencananya akan dilakukan di laut datang ke pulau-pulau. Rencananya kita mau ke pulau panjang, Banten. Disana kita ada kemah bakti.” Ungkap Kak Sukro
Nanti 2015 ada perkemahan Nasional namanya kemah Ukhuwah Pramuka SIT sudah ada 2 kwarda yang sudah menghubungi kami yaitu Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur dan JawaTengah.

Dalam Audiensi tersebut Kak Adhyaksa Dault menyampaikan bahwa Kalau Sako Pramuka SIT kuat pendanaanya kita ikutsertakan dalam kegiatan international supaya ada pengalaman. Kita ingin libatkan Sako ikut dalam kegiatan pramuka tingkat internasional.

“Kita akan libatkan dan ajak jambore nasional dan Internasional. Sako Pramuka SIT bagus dan bisa menjadi salah satu pilot projcet satuan komunitas.” Ucap Kak Adhyaksa
Hadir mendampingi Kak Kwarnas, Para Pimpinan Kwarnas Gerakan Pramuka, antara lain Kak Suriyadi, Waka Kwarnas Bidang Binamuda; Kak Lidya, Waka Kwarnas Bidang Binawasa; Kak Rafli, Waka Kwarnas BUMGP; Kak Yudi Suyoto, Sesjen dan Kak Indo, Annas bidang Hubungan Luar Negeri; Kak Alif, Dewan Kerja Nasional dan staf Kwarnas Gerakan Pramuka. (Hd)
[Humas Kwarnas]

Plantara IV: Embrio Untuk Membuat Kegiatan Berbasis Kelautan



Peserta Pelayaran Lingkar Nusantara (Plantara) IV tahun 2014 pada hari rabu (3/9) pukul 08.00 WIB tiba di Jakarta. Kapal mersandar di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kedatangan peserta Plantara IV ini disambut secara hangat oleh Kak Kodrat Pramudho, Waka Kwarnas Bidang Organsisasi dan Hukum dan Kak Tommy, Ketua Pimpinan Saka Pramuka Bahari Tingkat Nasional dilanjutkan dengan prosesi upacara penyambutan dan penutupan Plantara IV tahun 2014 di atas kapal KRI Surabaya 591 dan selaku Pembina Upacara adalah Kak Kodrat Pramudho.

Dalam sambuatannya Kak Kodrat menyampaikan bahwa tentu banyak pengalaman yang diperoleh selama pelayaran ini. Ilmu yang adik-adik diperoleh selama pelayaran ini, ilmu yang didapati adik-adik tentu banyak pelajaran yang bisa diambil untuk dimanfaatkan yang dapat diaplikasikan di lapangan.

“Saya ingat 5-6 tahun yang lalu almarhum kak Azrul Azwar, ketua Kwarnas Gerakan Pramuka waktu itu saya mendampingi beliau dengan kak Kingkin bahwa di dunia ini maupun nasional/daerah kita belum pernah mengadakan Jambore yang berbasis kelautan.” Ungkap Kak Kodrat
Sebetulnya Indonesia bisa berpotensi untuk merintis itu. Karena jambore dunia pun hanya berbasis darat, kegiatan-kegiatan yang menyangkut air hanya tingkat yang sangat kecil porsinya.

“Dengan ini lah mungkin kak Tommy bisa menjadi rintisan untuk membuat kegiatan Jamboree yang berbasis laut.” Harap Kak Kodrat
Tentu kami mengucapkan terima kasih kepada TNI AL, saka Bahari yang telah merintis kegiatan Plantara ke-IV kalinya yang menjadi embrio untuk membuat suatu kegiatan yang berbasiskan kelautan.

Tentu telah diikuti rangkaian hari Pramuka ke-53, tahun 2014. Kami mengucapkan terima kasih juga Saka Bahari dan adik-adik yang telah membuat kegiatan dalam rangka peringatan hari Pramuka ke-53 tabur bunga di laut antara Jawa-Sulawesi sekaligus mengikuti kegiatan Sail Raja Ampat yang diikuti acara perkemahan sampai 23 agustus 2014.

Ini bukan awal dan akhir kegiatan Plantara ini awal untuk buat sesuatu sebagai pemuda Indonesia untuk berbakti kepada lingkungan, sosial dan bangsa serta Negara kita.

“Berikan manfaat sebesar-besarnya bagi lingkungan sesuai dengan dasa dharma dan Tri Satya. Harapan kami itu lah yang mudah-mudahan keakraban kita akan terus terjalin meskipun adik-adik tersebar hampir seluruh provinsi.” Imbuh Kak Kodrat.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kak Tommy, Ka. Pinsaka Bahari Tingkat Nasional bahwa meminta apa yang didapat selama pelayaran mungkin sudah terbenuk rasa kekeluargaan, kebersamaan, ini saya minta dipertahankan dan tetap dijaga serta dipelihara. Silaturahmi yang sudah terbina selama 26 hari ini jangan sampai putus ditengah jalan. Kita kembali ke rumah masing-masing membawa kesan yang menyenangkan/yang baik dan yang jelek-jelek ditinggalkan.

Sesuai dengan amanat presiden RI, yang telah memberikan predikat kepada Gerakan Pramuka yaitu Pramuka sebagai penyelamat Generasi Muda Bangsa. Satu predikat yang diberikan berlandaskan keyakinan bahwa Gerakan Pramuka adalah wadah generasi muda yang terpercaya dan senantiasa memegang teguh jatidirinya. Ini harus dipertahankan sanggup……., tegas Kak Tommy, serentak seluruh peserta menjawab sanggup………..

“Oleh karena itu Saka Bahari bertekad untuk berbuat sesuatu sebagai pertanggungjawaban atas amanat tersebut, antara lain dengan melaksanakan kegiatan pelayaran lingkar nusantara IV yang mengarungi sepanjang alur luas dengan menyinggahi Kota Makasar, NTT, Ambon, Bali, dan berkemah di Bumi Perkemahan Pramuka Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.” Pungkas Kak Tommy (Hd)
[Humas Kwarnas]

Tokoh Pramuka Bersejarah



Siapa tak kenal H Mashudi dan H Mutahar? Dua tokoh besar ini merupakan orang yang amat berjasa besar dalam dunia kepanduan di tanah air. Dalam perjalanan karirnya, Mashudi juga merupakan tokoh yang berjasa besar dalam pembangunan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Sedangkan H Mutahar pun berhasil menciptakan lagu Syukur, salah satu judul lagu paling terkenal yang dibuatnya pada 7 September 1944.

Tokoh Pramuka Letjen (Purn) Dr (HC) H Mashudi adalah lulusan Technische Hogeschool, Bandung, Jawa Barat, dikenal sangat dekat di hati anak-anak muda. Di balik aktivitasnya di dunia kepanduan, Mashudi merupakan tokoh yang berjasa besar dalam pembangunan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) atau dulu dikenal dengan IKIP Bandung. Dia menjadi dewan penyantun UPI selama puluhan tahun. Bahkan, dalam keadaan sakit, dia berusaha untuk ikut dalam pemilihan rektor UPI.

Di bidang kepanduan, jabatan yang dipegangnya tak sedikit. Tak heran bisa dia disebut-sebut sebagai "Lord Baden Powel"-nya Indonesia. Dia telah aktif dalam jabatan struktural Gerakan Pramuka sejak 1961, sebagai Ketua Majelis Pembimbing Pramuka Jawa Barat, tatkala dia menjabat Gubernur Jabar (1960-1970). Dia pun sempat menjabat Wakil Ketua MPRS (1967-1972). Kemudian 1974, dipercaya menjadi Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jabar dan ditunjuk menjadi Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka. Lalu sempat menjabat Pjs Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka menggantikan Sarbini (1974-1978). Dalam Munas Gerakan Pramuka di Bukit Tinggi, Sumatera Barat, 1978, dia terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka hingga 1993.

Lewat sentuhan tangan dinginnya, Gerakan Pramuka berkembang pesat menjadi organisasi kepanduan terbesar di dunia. Kepramukaan juga menjadi dikenal luas di Tanah Air. Tak heran bila akhirnya World Organization of Scout Movement (WOSM) menganugerahi Bronze Wolf Award, penghargaan tertinggi dalam dunia kepanduan. Hanya ada empat orang Indonesia yang tercatat pernah menerima Bronze Wolf Award. Selain Mashudi, mereka adalah almarhum Sri Sultan Hamengku Buwono IX, almarhum H Azis Saleh, dan almarhum Liem Beng Kiat.

Sayangnya, sosok yang dikenal tegas, disiplin namun akrab ini telah meninggal diusianya yang ke-85, seminggu setelah menerima penghargaan khusus dari minggu setelah Komite Kepanduan Asia-Pasifik. Yaitu pada tanggal 22 Juni 2005 lalu dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung.

Upacara Peringatan Hari Pramuka ke 53 tahun 2014



KEBUMEN (30/8) Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Budi Slamet Prayitno, M.Si memukul kentongan bertalu-talu. Tong...tong...tong... bunyi kentongan, seketika itu pula peserta upacara peringatan Hari Pramuka ke-53 tahun 2014 tingkat Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah berdatangan dari dua penjuru (kanan dan kiri) lapangan upacara.

Cukup menarik juga, budaya yang sering terlupakan di lingkungan Gerakan Pramuka perlu untuk digalakkan, sehingga kebiasaan upacara dilingkungan Gerakan Pramuka menjadi lebih tradisional namun menarik.

Tradisi itulah yang terus dilakukan Kwarda Gerakan Pramuka upacra setiap menyelenggarakan kegiatan upacara, ujar Kak Budi Prayitno.

“Budaya ini pantas untuk terus dilestarikan bukan hanya di wilayah daerah Jawa Tengah semata, ia juga berharap didaerah lainnya melakukan hal yang sama bahkan diharapkan pula ditingkat nasional” katanya.*sd.

Badan POM RI Jajaki Kerjasama dengan Kwarnas Gerakan Pramuka Terkait Keamanan Pangan


Kak Suriyadi, Waka Kwarnas Bidang Binamuda menerima audiensi dari Badan POM RI di ruang Ka Kwarnas Gerakan Pramuka (1/9) pukul 13.00 WIB. Audiensi tersebut dalam rangka kerjasama dalam keamanan pangan anggota Pramuka dan masyarakat.

Kak Halim Nababan, Direktur Surveilan dan Penyuluhan Kemanan Pangan Badan POM RI ingin bekerjasama dengan Kwarnas Gerakan Pramuka menindaklanjuti Workshop Kemitraan dalam rangka Re-Orientasi Food safety masuk desa tanggal 27 Maret 2014 di Swissbel Hotel-Jakarta.

"Kami Ingin menindaklanjuti untuk sinergisitas antara kegiatan Food Safety masuk desa dengan kegiatan Kepramukaan." ungkap Kak Halim Nababan

Hadir dalam audiensi antara lain Kak Yudi Suyoto, Sesjen Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Hendro, Andalan Nasional Binamuda dan Kak Desi Ampriani, Karo Diklatpram. (Hd)

[Humas Kwarnas]

Seragam Pramuka Penegak


 GERAKAN PRAMUKA BERHASIL PECAHKAN REKOR DUNIA MENGEMBANGKAN BENDERA MERAH PUTIH DI LAUT SITUBONDO

Dalam kegiatan yang bertajuk Dive Pramuka Emas 2011, Gerakan Pramuka berhasil mengembangkan Bendera Merah Putih sebesar 1.000 m2 di laut Situbondo pada ahad, Minggu 23/10 di Pantai Pasir Putih, Situbondo. Upaya mengembangkan Bendera Merah Putih itu melibatkan 416 orang penyelam, yaitu dari unsur utama anggota Gerakan Pramuka, TNI AL, Polri dan komunitas penyelam lainnya.
Kegiatan itu berhasil memecahkan rekor dunia, dan Gerakan Pramuka menerima sertifikat dari Record Holders Republic, yaitu perwakilan Museum Rekor Dunia di Indonesia. Menurut pihak Record Holders Republic, kategori pemecahan rekor tersebut adalah berhasil mengembangkan bendera Merah Putih sebesar 1.000 m2 dan berhasil membawanya bibir pantai.
Turut menyaksikan kegiatan tersebut Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Amoroso Katamsi, Kepala Staf TNI AL, Wakil Gubernur selaku Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Bupati selaku Kamabicab Gerakan Pramuka Situbondo, dan undangan lainnya.
Dengan pemecahan rekor dunia itu, Official World Record menyerahkan sertifikat kepada Kwarnas yang dalam hal ini diterima oleh Wakil Ketua Kwarnas dan Ketua Pimsaka BahariTingkat Nasional.